Persaudaraan para santri maupun santriwati pada saat itu sangat
erat dimana antara kakak kelas dengan adik kelas tidak ada perbedaan. Kakak kelas
menganggap dirinya sebagai kakak kelas sehingga membina dan mendidik adiknya
sehingga adik kelas menghargai kakak kelasnya pada saat itu.
Persaudaraan dan keakraban inilah yang dirasakan para santri
maupun santriwati sehingga ketika penamatan pertama di P.P Babul Khaer pada
tahun 1991, mereka merasa kehilangan dan menangis mulai dari santri, ibu dapur,
pembina, guru, dan pengurus yayasan karena kakak kelas itu berfungsi sebagai pembantu
pembina untuk membangunkan adik-adiknya pada shalat subuh. Begitupun juga
alumni pertama merasa kehilangan teman-temannya karena sudah berpencar di
berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia.
Pada
tahun 1993, antara alumni pertama sampai alumni ke-3 dimana alumni ke-3 masih
dalam tahap pendaftaran di perguruan tinggi yang ada di Makassar, diadakan
pertemuan di Pondok Nurul Ilmi jalan
Mamoa tempat kediaman Kakanda Syamsuddin selaku alumni pertama, pada saat
itulah cikal bakal terbentuknya IAPEB itu sendiri namun pada saat itu banyak
yang memberikan saran nama selain IAPEB seperti IKA Babul Khaer, Ikatan Peduli
Babul Khaer, dan masih banyak lagi masukan pada saat itu, tetapi yang
disepakati para alumni pada saat itu ialah IAPEB sebagai singkatan dari Ikatan
Alumni Pesantren Babul Khaer.
Awal peresmian IAPEB sekaligus Pelantikan pengurus yaitu pada tanggal 20 Februari 1993 yang disaksikan langsung oleh bapak Bupati Bulukumba dimana ketua pertamanya yaitu alumni pertama kakanda Syamsuddin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar